Showing posts with label Teknologi. Show all posts
Showing posts with label Teknologi. Show all posts

10 Fitur Samsung Galaxy S8 yang Tidak Dimiliki iPhone


Setelah berbulan-bulan menunggu, tepat hari Rabu (29/03) kemarin Samsung resmi merilis duo flagship Galaxy S8 dan Galaxy S8+. Tak sabar rasanya untuk dapat mencicipi performa kedua smartphone tersebut.

Sesuai yang diprediksikan, Samsung Galaxy S8 dan S8+ hadir dengan desain layar memanjang, dapur pacu gahar, plus teknologi super canggih.

Jujur, pertama kali melihat desain Samsung Galaxy S8, kami langsung jatuh cinta padanya. Mungkin ini yang disebut dengan cinta pada pandangan pertama.

Bicara soal Samsung pasti berkaitan dengan rival sejatinya, Apple. Lalu apakah Samsung Galaxy S8 memiliki fitur di atas iPhone 7 ? Tentu saja iya, karena ada sepuluh fitur Samsung Galaxy S8 yang tak akan pernah Anda temukan pada iPhone 7. Penasaran fitur apa saja? Berikut ulasannya.

Infinity Display


Samsung Galaxy S8 datang dengan desain unik dan lain dari pada yang lain. Samsung menyebutnya dengan istilah “Infinity Display”.

Istilah ini mengacu pada desain Samsung Galaxy S8 yang memanjang, berbazel tipis dan ukuran jumbo yakni 5,8 inci dan 6 inci.

Layarnya memanjang beresolusi Quad HD + Super AMOLED, yang ketajamannya tak diragukan lagi.

Dengan desain seperti ini, Samsung memberikan pengalaman baru bagi pengguna smartphone. Tentu saja, Anda tidak akan menemukan desain seperti ini pada iPhone yang sudah ada sejauh ini.

Layar lengkung


Layar lengkung bukanlah suatu hal yang baru bagi Samsung, karena sebelumnya mereka sudah menyematkan fitur ini pada Samsung Galaxy S7 Edge.

Dan kini walau ukurannya jumbo dan lebih panjang, Samsung kembali mendadani Samsung Galaxy S8 dan S8 + dengan layar melengkung.

Tak hanya menambah kesan kemewahan, layar lengkung ini membuat Samsung Galaxy S8 terasa nyaman digunakan dengan satu tangan saja.

Lalu, bagaimana dengan iPhone? Sudah jelas Anda tidak akan menemukan layar lengkung pada semua seri iPhone termasuk iPhone 7.

Bahkan, iPhone 7 Plus kurang nyaman digunakan dengan satu tangan saja.

Desktop experience


Samsung Galaxy S8 dan S8+ juga dibekali dengan fitur bernama Samsung Dex Station yang memungkinkan pengguna untuk menghubungkan Samsung Galaxy S8 dengan perangkat eksternal seperti monitor, keyboard ataupun mouse.

Beberapa aplikasi penting seperti Microsoft Office dan Adobe Photoshop dapat dioperasikan melalui Samsung DeX. Lagi lagi Anda tidak akan mendapatkan fitur ini pada smartphone berlogo Apple.

Iris scanner


Mungkin iPhone menjadi smartphone pertama yang menghadirkan sensor keamanan sidik jari. Namun kini Samsung membuktikan bahwa teknologi milik mereka selangkah lebih maju dari pada iPhone.

Pasalnya, Samsung Galaxy S8 datang dengan sensor pemindai iris mata dengan tingkat akurasi super tinggi.

Sebenarnya fitur ini sudah tersedia pada Samsung Galaxy Note 7. Tetapi karena kejadian nahas yang menimpanya, namanya hanya dikenal sebagai smartphone yang mudah meledak.

Pengenal wajah


Tak hanya iris mata, Samsung Galaxy S8 juga menyediakan opsi keamanan terbaru yakni pengenal wajah.

Menurut informasi yang kami dapat, fitur ini bekerja dengan akurat dan cepat. Sayangnya fitur keamanan ini dikhususkan hanya untuk membuka layar kunci saja. Dalam penggunaannya, fitur ini jauh lebih mudah dan terbilang aman, kecuali jika Anda memiliki saudara kembar.

Bixby


Bagi Anda yang belum tahu, Bixby adalah Asisten suara terbaru buatan Samsung. Fitur ini diklaim jauh lebih canggih daripada Google Asistant.

Salah satu bukti kecanggihan Bixby adalah kemampuannya menjelaskan informasi dari objek yang ditangkap kamera smartphone.

Hal ini bisa terjadi karena program Image Search yang mencari informasi berdasarkan gambar yang diambil oleh kamera dan masih banyak fitur canggih lainnya. Google Assistant maupun Siri sejauh ini belum memiliki fitur Image Search ini.

Prosesor 10nm


iPhone sempat memimpin dengan prosesor terbaru mereka, namun Samsung memberikan pukulan keras kepada iPhone melalaui Samsung Galaxy S8 da S8+.

Karena kedua ponsel ini flagship Samsung ini menggunakan prosesor terbaru yakni Snapdragon 835 dan Exynos 8895 dengan ukuran hanya 10nm saja. Dengan ukuran prosesor yang kecil, Samsung Galaxy S8 lebih tipis, namun performanya tetap kencang.

Wireless charging


Hingga saat iPhone belum menyediakan fitur wireless charging pada setiap seri smartphone-nya. Padahal jika dipikir-pikir fitur ini lebih praktis dan mudah ketimbang menggunakan kabel USB.

Sama seperti Samsung Galaxy S7, Samsung juga menyematkan fitur wireless charging pada Samsung Galaxy S8 dan S8+.

Fast charging


Mungkin ini bukanlah hal baru bagi Anda pengguna Android. Lantaran hampir semua smartphone Android keluaran terbaru menggunakan teknologi ini.

Begitupun dengan Samsung Galaxy S8 dan S8+ yang dibelaki fitur fast charging teknologi terbaru. Sedangkan iPhone, Anda harus menggunakan adaptor khusus agar pengisian menjadi lebih cepat.

Bluetooth 5.0


Samsung Galaxy S8 dan S8+ menjadi smartphone pertama yang menggunakan teknologi Bluetooth terbaru ini. Untuk diketahui, Bluetooth 5.0 dua kali lebih cepat dari Bluetooth 4.2 dan mampu menjangkau jarak yang lebih jauh pula hingga 240 meter.

Jika Anda sering menggunakan aksesori seperti headset Bluetooth, kini Anda bisa mendengarkan lagu dari jarak jauh. (sumber: droidlime)

HEBOH Beredar Video Mobil Terbang Bikinan Startup Bos Google


Bukan cuma mobil swa-kemudi, perusahaan-perusahaan teknologi di Amerika Serikat turut mengembangkan teknologi mobil terbang. Salah satunya adalah Kitty Hawk, sebuah startup yang didanai pendiri Google, Larry Page.

Pekan ini, Kitty Hawk merilis video yang memamerkan kemampuan mobil terbang buatannya, Flyer. Mobil tersebut digambarkan bisa terbang di atas air dengan serangkaian baling-baling yang dipasang di bagian bawahnya.

Tampang Kitty Hawk sendiri lebih mirip jetski dengan dudukan yang melebar ketimbang mobil konvensional. Dalam video, pengendaranya tampak duduk dan menyetir dengan sepasang stang kemudi.

Kitty Hawk Flyer dirancang untuk terbang setinggi 15 kaki (sekitar 5 meter) dan bertahan di ketinggian tersebut secara otomatis.

“Kita semua punya mimpi untuk terbang. Saya berharap suatu hari bisa menaiki Kitty Hawk milik sendiri untuk terbang secara cepat dan mudah,” ujar Page dalam sebuah pernyataan, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari CNN Money, Selasa (25/42017).

Kitty Hawk mengatakan bahwa Flyer telah memperoleh izin dari otoritas penerbangan AS Federal Aviation Administration untuk diterbangkan di area yang lalu lintas udaranya tidak padat. Pengendaranya tak butuh izin pilot untuk menerbangkan Kitty Hawk Flyer.

Rencananya, Kitty Hawk akan mulai menjual Flyer ke konsumen pada akhir tahun ini. Harganya sendiri masih belum diumumkan. Simak aksi Kitty Hawk selengkapnya dalam video berikut ini...



Pekan ini, Kitty Hawk merilis video yang memamerkan kemampuan mobil terbang buatannya, Flyer. Mobil tersebut digambarkan bisa terbang di atas air dengan serangkaian baling-baling yang dipasang di bagian bawahnya.

Tampang Kitty Hawk sendiri lebih mirip jetski dengan dudukan yang melebar ketimbang mobil konvensional. Dalam video, pengendaranya tampak duduk dan menyetir dengan sepasang stang kemudi.

Kitty Hawk Flyer dirancang untuk terbang setinggi 15 kaki (sekitar 5 meter) dan bertahan di ketinggian tersebut secara otomatis.

“Kita semua punya mimpi untuk terbang. Saya berharap suatu hari bisa menaiki Kitty Hawk milik sendiri untuk terbang secara cepat dan mudah,” ujar Page dalam sebuah pernyataan, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari CNN Money, Selasa (25/42017).

Kitty Hawk mengatakan bahwa Flyer telah memperoleh izin dari otoritas penerbangan AS Federal Aviation Administration untuk diterbangkan di area yang lalu lintas udaranya tidak padat. Pengendaranya tak butuh izin pilot untuk menerbangkan Kitty Hawk Flyer.

Galaxy S8 Jadi Gadget Samsung yang Paling Banyak Dipesan


Pemberitaan soal Galaxy Note 7 yang rawan meledak nyatanya tak menurunkan minat masyarakat untuk membeli smartphone Samsung lainnya. Menurut sang pabrikan Korea Selatan, Galaxy S8 dan S8+ direspons positif oleh masyarakat global.

Jumlah pemesanan flagship teranyar itu diklaim memecahkan rekor Samsung selama ini. Peningkatannya sebesar 30 persen dibandingkan Galaxy S7 dan S7 Edge keluaran tahun lalu.

Samsung enggan mengumbar angka total pemesanannya. Yang jelas, dua hari sejak pemesanan Galaxy S8 dan S8+ di Korea Selatan beberapa saat lalu, jumlah pemesan sudah mencapai 550.000-an.

Jumlah itu jauh lebih tinggi ketimbang Galaxy S7 dan S7 Edge yang cuma menyentuh 100.000-an pesanan pada periode serupa. Galaxy Note 7 pun cuma dipesan 200.000-an orang selama dua hari pasca pre-order dibuka pada akhir tahun lalu.

"Di Samsung, kami percaya bahwa menciptakan produk yang hebat dan dinikmati jutaan orang adalah kebanggaan," kata Presiden sekaligus COO Samsung di Amerika, Tim Baxter, sebagaimana dilaporkan Mashable dan dihimpun KompasTekno, Selasa (25/4/2017).

Sejauh ini, Galaxy S8 dan S8+ masih dirundung puji-pujian dari para pecinta gadget. Belum ada keluhan fatal terkait produk yang bisa dibilang sebagai penentu nasib Samsung pasca insiden Galaxy Note 7 itu.

Kedua lini Galaxy terbaru ini sudah bisa dibeli langsung di gerai-gerai fisik di beberapa negara, tepatnya sejak 21 April lalu. Di Indonesia sendiri ponsel itu dijadwalkan akan mulai dikirim ke pemesan pertama pada 5 Mei mendatang.

Samsung Berharap Pundi Triliunan Rupiah dari Galaxy S8

Kedatangan Samsung Galaxy S8 disambut respons positif pengguna gadget di seluruh dunia. Vendor elektronik asal Korea Selatan itu pun optimis lini smartphone flagship terbarunya mampu berkontribusi terhadap peningkatan profit perusahaan.

Tak tanggung-tanggung, Samsung mematok peningkatan profit operasional sebesar 48 persen pada kuartal pertama 2017.

Jika tahun lalu di periode yang sama Samsung menghimpun profit 5,8 miliar dollar AS (Rp 77,3 triliun), maka pada kuartal pertama 2017 ini keuntungannya diperkirakan menjadi 8,8 miliar dollar AS (Rp 117,3 triliun).

"Profit operasional terkonsolidasi kira-kira 9,9 triliun won (sekitar Rp 132 triliun)," begitu terpampang pada situs resmi Samsung, sebagaimana dihimpun KompasTekno, Jumat (7/4/2017).

Untuk mencapai keuntungan demikian, pendapatan Samsung harus mencapai 44,2 miliar dollar AS (Rp 589,3 triliun). Pada kuartal pertama tahun lalu, pendapatan Samsung tercatat 43 miliar dollar AS (Rp 573,3 triliun).

Optimisme Samsung bisa terhitung cukup besar, meski tak menutup kemungkinan bisa tercapai. Analis dari Thomson Reuters sendiri mengestimasikan pendapatan Samsung di kuartal pertama ini memang naik, tapi angkanya masih di kisaran 43,6 miliar dollar AS (Rp 581 triliun).

Galaxy S8 menjadi "penyegar" kiprah Samsung di industri smartphone, setelah sempat tercoreng gara-gara insiden Galaxy Note 7 yang rawan meledak pada akhir tahun lalu.



Selama berbulan-bulan, Samsung berupaya mengembalikan kepercayaan masyarakat. Galaxy S8 dinilai sebagai "penebus dosa" Samsung, dengan desain apik, spesifikasi tangguh, dan fitur menarik.

Estimasi Samsung ini baru bisa ketahuan benar atau tidaknya pada penghitungan pendapatan dan keuntungan perusahaan hingga periode April ini berakhir. Duet Galaxy S8 dan S8 Plus sendiri baru tersedia di pasaran global pada 21 April mendatang.

Saat ini ponsel itu sudah bisa dipesan, meski belum diumbar angka pemesanan di seluruh dunia. Namun, dengan optimisme yang begitu kuat, agaknya angka pemesanan duet flagship itu sejauh ini sesuai harapan Samsung.

Kita tunggu saja seperti apa hasil akhirnya untuk kuartal pembuka 2017 ini. (sumber: kompas)

Apa sih Guna Benda Silinder Hitam di Kabel Charger Laptop? Ternyata Si...

SebarSebarin.org - Teknologi di jaman sekarang ini udah makin canggih dan makin menyusut aja dibanding dulu, sampai-sampai kita sendiri nggak nyadar ketika ada sesuatu yang begitu berguna di sekitar kita. Contohnya kayak silinder hitam yang biasanya ada pada kabel usb untuk handphone , camera , joystick , kabel audio , kabel monitor (D-Sub , HDMI , Dsb). Namun yang paling sering kita temui sehari-hari pasti silinder hitam yang menempel pada kabel charger handphone maupun laptop kan. Nah, pertanyaannya benda apakah itu?



Laptop kita bisa dibilang adalah salah satu benda elektronik paling canggih dan paling mahal yang kita punyai di rumah,  Dengan mesin di dalamnya yang kompleks kayak gini, banyak hal yang bisa kita lakukan dengan laptop, Semua part-part kecil ini punya fungsinya masing-masing, sama seperti organ tubuh kita. Tapi ada satu bagian dari laptop yang juga cukup penting, tapi nggak berada di dalam laptop. Ada yang pernah merhatiin benda silinder yang biasanya ada di kabel charger ini? Biasanya silinder ini ada di charger laptop dan charger Hp. Tapi anehnya, tidak semua kabel charger Hp punya kabel silinder seperti ini.

Ternyata silinder kecil di charger laptop itu namanya ferrite bead.Dan untuk benda yang ukurannya kecil, ferrite bead juga punya peran penting supaya laptop kita bisa berjalan dengan baik. Semua part-part kecil yang ada di dalam laptop, mulai dari hard drive, motherboard, VGA, dan part lainnya, berputar dan bergetar sehingga mampu menghasilkan sebuah frekuensi radio. Casing dari laptop ini yang bakal mengurangi vibrasi getaran dan mencegah sebelum terjadinya gangguan lain. Dan beda dengan laptop, Hp nggak punya part yang bergerak kayak laptop, makanya Hp nggak bakal menciptakan frekuensi kayak gini.

Maka dari itu kabel yang terpasang di laptop kita akan beralih fungsi seperti antena. Kabel charger ini dapat memancarkan getaran laptop sebagai sebuah frekuensi radop dan mengambil sinyal tadi, sehingga inilah yang dapat menyebabkan gangguan.

Buat analogi gangguannya itu kayak apa, fungsi ferrite core sendiri itu kan untuk meredam interferensi elektromaknetik ( Electromagnetic Interference ) atau kita sebut saja dia EMI. Dampak EMI ini pada kehidupan sehari hari sering terjadi kala kita menggunakan telp, menonton tv maupun bermain komputer, kemudian gambar pada monitor kita menjadi tidak stabil ketika kita meletakkan handphone yang sedang menerima panggilan di dekat monitor. Atau kasus lain mungkin terjadi saat kita melakukan panggilan , kemudian terdengar suara seperti bunyi sandi morse ( tut-turutut-turutut-turututut ). Kurang lebih dampak yang kita rasakan adalah seperti itu.



Supaya sinyalnya nggak jadi kacau, kabel ini dipasangi silinder yang berisi ferrite. Nah, jika kalian pernah membongkar benjolan tersebut kalian mungkin akan kecewa, karna kita hanya akan menemukan silinder yang menyerupai keramik dan rapuh. Namun jangan salah , ferrite core ini terbuat dari oksida besi ( a.k.a Karat Besi) yang dilebur dengan beberapa bahan lain sehingga dapat menghasilkan medan magnet yang sangat kecil. Medan magnet ini diklaim mampu menyerap gelombang elektomagnetik yang tidak berguna. Itung-tungannya, ferrite bead ini adalah cara paling simpel dan paling hemat biaya buat mencegah adanya gangguan sinyal di antara berbagai benda elektronik yang ada di rumah kita.