Showing posts with label Miskin. Show all posts
Showing posts with label Miskin. Show all posts

Kisah Sedih Bocah Pasien BPJS yang Ditolak 6 Rumah Sakit Hingga Akhirnya Meninggal. Fungsi BPJS Dipertanyakan


Kisah Bocah Pasien BPJS yang Ditolak 6 Rumah Sakit Hingga Akhirnya Meninggal, Tolong Diseb4rkan !!!!

Fungsi "BPJS" Patut Dipertanyakan!! Balita Ini Pasien BPJS, Tapi Ia Malah "Meninggal" Karena "Ditolak" 6 Rumah Sakit?!

Siapa yang tanggungjawab kalau kasusnya gini? Miris banget, padahal udah bayar BPJS tiap bulan…

Sebuah keluarga yang baru mendapat momongan pasti berharap dipenuhi dengan kebahagiaan. Namun, bagaimana jadinya ketika bayi mereka yang baru berusia 2,9 tahun meninggal dunia karena tidak adanya pelayanan kesehatan yang layak? Hal tersebut menjadi duka bagi keluarga M Rizki Akbar yang meninggal awal pekan ini akibat jaminan sosialnya ditolak.

Enam rumah sakit dari Tangerang sampai Jakarta dikabarkan menolak keanggotaan Badan Penyelengara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS). Program dari pemerintah Indonesia ini tidak diterima oleh rumah sakit tersebut. Selain itu, kabar yang sempat viral di sosial media Facebook Yuli Supriati ini berawal dari Rizki yang sakit keras, tapi disebut hanya radang biasa.

Enam rumah sakit tidak memberikan pelayanan sesuai BPJS Kesehatan.

Dalam akun Yuli diceritakan ayah Rizki, Latief malam itu berjibaku menyelamatkan kondisi sang putra yang semakin memburuk. Kisah perlakukan institusi kesehatan yang tidak adil mulai dari Puskesmas daerah Bonang, Tangerang dekat rumahnya. Setelah itu Latief bahkan sempat memeriksakan kondisi sang putra ke Rumah Sakit Jantung di Jakarta.

Alasan klise yang diterima adalah DP besar harus dibayarkan oleh Latief sebelum anaknya masuk rumah sakit. Kemudian, kedua orangtua Rizki membawa ke Rumah Sakit Swasta Eka Hospital, BSD City, Tangerang. Dalam Eka Hospital, Latief terpaksa membayar puluhan juta sebagai biaya awal.

Namun, pemeriksaan yang diberikan pun bukan yang terbaik. Kualitas pemeriksaan pun rendah. Parahnya, justru saat benar-benar ditempatkan di Eka, kondisi Rizki justru memburuk. Akhirnya, Rizki meregang nyawa. Tidak jelas apa penyakit Rizki yang sebenarnya.

Tidak berhenti di situ, jasad Rizki pun masih dipersulit untuk dibawa keluarga oleh rumah sakit.

Jasad Rizki tidak boleh dibawa karena biaya administrasi belum terpenuhi.

Yuli yang mengaku membantu keluarga Latief malam itu pun tidak habis pikir. Pihak rumah sakit yang menyatakan Rizki meninggal pun masih meminta biaya administrasi untuk dilengkapi. Namun, uang yang kurang membuat Latief dan istri tidak berdaya.

Keduanya hanya mengandalkan Yuli untuk berhubungan dengan pihak rumah sakit agar Rizki segera dilepas. Yuli menjelaskan pihak kasir mengatakan keluarga harus membayar jika ingin jasad Rizki ingin diambil.

Yuli yang naik pitam pun langsung menghubungi koneksinya dan berujung pada dipertemukan dengan manager rumah sakit. Akhirnya, jasad Rizki dikembalikan ke keluarga untuk dikuburkan. Cerita Yuli tersebut pun memancing kemarahan netizen.

Akun Alief Putra Ajadah pun mengaku menangis saat membaca kisah Rizki ini, "ampe nangis bacanya,,,semoga ga ad rizki2 yg lain yg diperlakukan seperti ini."

Ada juga yang berbagi informasi serupa terkait salah satu dari enam rumah sakit tujuan orangtua Rizki malam itu. "RS Jantung terbesar di Jakarta? Daerah Slipi ya Bu? Aduhhh selalu setiap lewat sana saya trauma...ingat kasus pada anak saya, di RS sampingnya bu,ya Alloh berharap semua sehat ya bu...dimudahkan segala urusan yg berkenaan dgn pelayanan kesehatan ini, ga yg sakit ga yang menunggu kalau kena birokrasi mbulet ikut sakit semua," kata akun Dhani Kusuma Widjaya.

Sistem layanan masyarakat yang rendah.

Presiden Joko Widodo, seperti dikutip dari kompas.com, inginkan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat Indonesia. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) Asman Abnur diimbau Jokowi untuk mengutamakan pelayanan terhadap masyarakat. Menurut Jokowi, pelayanan adalah hak utama rakyat.

Akan tetapi, jika dilihat dari cerita tersebut, bukan sistem dari pemerintah yang salah, tapi sifat perusahaan penyedia jasa kesehatan. Fokus utama mereka adalah keuntungan. Program BPJS Kesehatan yang bertujuan untuk rakyat kecil pun seolah-olah tidak berfungsi semestinya.

Perubahan sistem ini harus benar-benar ditekankan pemerintah. Pengawasan lebih jauh adalah langkah awal yang baik untuk menciptakan pelayanan yang lebih baik. Nah, menurutmu, harusnya rumah sakit dievaluasi? Atau pemerintah yang justru harus introspeksi?

Sumber: IDNtimes.com

MENGEJUTKAN!! Ini Bukti Kalau Pengemis Lebih Kaya Daripada Karyawan Kantoran

SebarSebarin.org - Kebanyakan orang mengira kalau mengemis itu karena mereka benar benar tidak mempunyai uang dan terpaksa mengemis untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Namun pandangan orang itu banyak berubah, karena memang sebenarnya banyak sekali pengemis kaya yang beredar di masyarakat.



Apa maksudnya pengemis kaya? Artinya mereka ini mengemis bukan karena mereka ini kekurangan hingga harus mengemis. Tapi mereka ini adalah orang orang yang menjadikan mengemis sebagai profesi mereka, sebagai lahan mereka mencari uang.

Beberapa waktu yang lalu sempat dihebohkan dengan adanya foto pengemis yang sedang asyik bermain gadget di sela sela mereka mengemis, namun kali ini seorang netizen berhasil menangkap foto satu keluarga pengemis yang sebenarnya tidak kekurangan namun menjadikan mengemis sebagai profesi mereka untuk mendapatkan uang lebih.

Tampak menukarkan uang hasil mengemis



Satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan seorang anak perempuan berpenampilan lusuh dan menggunakan kotak susu bekas sebagai sarana mereka meminta uang. Saksi mata mengatakan kalau mereka bertiga ini seringkali beroperasi di tempat yang berbeda, dan malam harinya berkumpul di sebuah minimarket dan kemudian masuk ke dalam. Dan apa yang dia temukan di dalam benar benar mencengangkan!

Tidak tampak ada kemiskinan disini



Ketiga pengemis yang masih satu keluarga ini menukarkan uang hasil mengemis mereka. Ada sangat banyak uang 2000an dan uang koin. Sangat kontras dengan penampilan lusuh mereka saat sedang membawa kotak susu bekas, dan tidak tampak adanya kemiskinan disini.

Pulang naik taksi



Yang membuat lebih terkejut lagi adalah saat mereka ini berlalu dari minimarket dan pulang kerumah. Mereka yang sehari hari berpenampilan lusuh dan mengemis ini ternyata pulang dengan menggunakan sebuah taksi! Apalagi yang mereka naiki adalah taksi ekspress yang tarifnya lebih mahal dari taksi pada umumnya.

Hasilnya sangat fantastis



Sang kasir menuturkan kalau hampir setiap hari mereka ini mampir ke minimarket itu untuk menukarkan uang, dan saat di foto itu tadi mereka menukarkan uang sejumlah 265ribu Rupiah, sebuah angka yang tidaklah sedikit. Bahkan sang kasir menceritakan kalau mereka ini pernah menukarkan uang hingga mencapai 500ribu rupiah!

Kalau misalkan dirata rata penghasilan perhari sekitar 300 ribu Rupiah, maka sebulan mereka mampu mengantongi hingga 9 Juta Rupiah! Jauh lebih besar dari mereka yang bekerja kantoran siang malam.

Inilah potret pengemis yang ada di sekitar kita, memang tidak semua pengemis seperti ini, ada yang memang benar benar memubuthkan uang karena mereka benar benar kekurangan. Tapi foto ini mengatakan kalau pengemis yang selama ini kita katakan kurang beruntung sebenarnya lebih beruntung dari kita. Namun mereka memanfaatkan ketidak tegaan kita untuk meraup uang lebih.

Sekarang tinggal tergantung bagaimana kita menyikapi semua ini. Mereka memang lebih senang mengaku miskin untuk menjadi kaya, namun kalau ingin bersedekah, bersedekahlah di tempat yang seharusnya. Memberi uang ke pengemis seperti ini sama sekali tidak menolong mereka.

Sumber : Boombastis.com