Showing posts with label Politik. Show all posts
Showing posts with label Politik. Show all posts

Sadis !!! Pengawal Habib Rizieq Diserang Preman, Panglima FPI dan Laskar Luka-Luka

Alhamdulillah, pemeriksaan terhadap Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Syihab telah selesai Polda Jawa Barat.

Habib Rizieq pun keluar dari Polda Jabar diiringi ribuan kaum Muslimin yang telah menunggu dan menyambutnya sejak awal.

Namun, pemeriksaan Habib Rizieq di Polda Jabar yang berjalan dengan lancar itu dikotori dengan aksi anarkis yang diduga dipicu oleh para preman yang kontra dengan Umat Islam.

Hal itu disampaikan oleh Habib Ali Abu Bakar Alatas, yang ikut menyaksikan situasi dan kondisi di lapangan.

Kaum Muslimin yang jumlahnya ribuan memang sejak awal diprovokasi oleh massa yang kontra. Namun, kondisi tersebut berhasil diredam, pihak kaum Muslimin yang mengawal Habib Rizieq tak mau terprovokasi. Namun saat Imam Besar FPI mulai meninggalkan Polda Jabar, para pengawal Habib Rizieq yang berada di belakang dikejutkan dengan serangan para preman.

“Jadi setelah Habib Rizieq keluar dan pulang, umat ikut bersama mengiringi Habib Rizieq. Sebagian yang tertinggal diserang dari belakang oleh preman-preman itu. Mereka yang mulai, kendaraan kita ada yang di rusak, ada lima orang laskar terluka dan dilarikan ke RS terdekat,” kata Habib Ali kepada Panjimas.com, Kamis (12/1/2017).

Sebuah mobil minbus yang ditumpangi oleh rombongan FPI dengan nomor polisi F 1441 GO, kondisi kaca belakang pecah karena dirusak.

Tak hanya itu, seorang laskar yang menjadi pengemudi mobil tersebut luka sobek di kepala, dengan darah mengucur.


Sementara itu, Panglima Laskar FPI, Ustadz Maman Suryadi Abdurrahman juga ikut menjadi korban keganasan para preman. Ia bersama para laskar yang terluka kini tengah menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di Bandung. Tangan sebelah kanan Ustadz Maman dirontgent, karena diperkirakan mengalami cidera patah tulang.

“Rombongan pengiring Imam Besar paling belakang termasuk Panglima LPI di serang memang, tapi yang dikeroyok sampai luka berat supirnya panglima LPI, Umar, dia dikeroyok 7 orang, dihajar pake balok, kabarnya bahkan ditusuk,” ujar Habib Ali.

Hingga berita ini diturunkan para laskar yang terluka masih dirawat di rumah sakit di Bandung.

“Keadaan di RS sekarang sedang ramai karena ada kabar mau diserang, polisi pun banyak yang kesana, teman-teman Laskar yang ingin datangi menjenguk kawannya banyak yang dihalangi polisi,” tutupnya.

Sumber : Beradab

Ini tanggapan sekjen PDIP saat Jenguk Kader PDIP Korban pengeroyokan

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menjenguk Widodo, korban pengeroyokan di Jelambar, Jakarta Barat. Hasto berharap agar pelaku pengeroyokan segera diproses hukum.

Hasto datang menjenguk Widodo ditemani anggota Komisi VI DPR Darmadi Durianto di RS Royal Taruma, Daan Mogot, Jakbar, Sabtu (7/1/2017).

"Tindakan kekerasan itu tidak manusiawi dan merusak peradaban. Terlebih jika kekerasan itu masih ada hubungannya dengan agenda pemilihan Gubernur yang sekarang sedang berlangsung," kata Hasto kepad wartawan.

Hasto mengimbau seluruh anggota PDIP dari Sabang sampai Merauke agar tidak melakukan aksi balasan terkait peristiwa ini. "Sebagai partai yang militan kami minta semuanya tenang," ungkapnya.

Namun ditegaskan Hasto, kasus pengeroyokan terhadap Widodo harus diusut tuntas. "Jadi negara ini tidak boleh ada satu kelompok yg mau atau memaksakan kehendaknya sendiri. Negara tidak boleh kalah," tegasnya.

Kapolres Jakarta Barat Kombes Roycke Harry Langie sebelumnya mengatakan pengeroyokan terjadi sekitar pukul 21.00 WIB, Jumat (6/1). Ada dua tetangga Widodo yang diduga menjadi pelaku pengeroyokan.

"Yang dua pelaku inisial I dan F hasil keterangan merupakan anggota ormas, kita sudah tahu ormasnya. Kita sedang lakukan pengejaran. Yang bersangkutan juga tetangga korban," ujar Roycke kepada wartawan.

Pengeroyokan berawal dari adu mulut pada siang hari terkait dengan rencana blusukan Djarot ke Jelambar. Malam harinya, Widodo dihampiri oleh pelaku.

"Pemicunya, pelaku ini berteriak haram terhadap salah satu calon. Korban menyampaikan, 'Yang haram itu apa'," sebut Roycke.

Sumber: detik